Jumat, 26 Juli 2013

The end of paper money

Talking about the end of paper money at this period of time may be way too early.  However, don't be surprised that even now in the US especially less and less people are bringing hard cash in their pocket. Why ? The reason is so simple, it's for their convenient besides they get some incentive like certain percentage of savings which is accumulated by the end of the month. As more and more retail outlets are accepting debit card and credit card, the use of paper money is getting less and less.

Another advantage of using a debit card or a credit card is for safety purpose.  One does not need to worry about losing his or her hard cash in their wallet or purse should the wallet or purse get stolen , lost or left behind.  So, don't be surprised if you might not see any paper currency in the wallet anymore.

This kind of trend is  moving toward what is known as a "cashless society"  where people will no longer use any kind of paper  money, nor coins as a mean of exchange.  On the other hand, they will be using a smart card with a chip in it which can detect the amount of money they have in their bank accounts.  Even now they have started to integrate the card payment system with some smart phones, so you don't even have to bring your debit or credit cards anymore, but instead you can just scan the price tag barcode directly to your smart phone, the only ing you have to do is to press your personal PIN  to verify the user.

Well, the world of business transactions as we know it decades ago will soon be over and people will no longer deal with hard cash anymore.  No more dirty and stinky money, no more money counterfeit, nor paper  money to collect.  Oh...what ashame especially for us the history preservee.
Well, one day everything will change though for nothing in the world stays permanently.

One of IBM subsidiary companies called "Verychip"  has long found the idea of implanting a microchip (with size smaller than a grain of rice) into human's  right hand or human's forehead, so people will no longer even need to bring their credit card  or debit card, but instead they just need to show their hands which has been implanted with the microchip to pay for the merchandise or service they rendered.  The cashier or an automatic cash register will automatically deduct the buyer's bank account by scanning through the implanted microchip.
However, this kind of approach has been having some opposition from some religeous belivers for this method of buying and selling has long been warned by God in the bible that believers should not attempt to have this microchip implanted in their hands nor their foreheads for trading purpose  Moreover, this is considered as an abomination act towards God.
As a result, this breakthrough in payment method is a bit stagnant or rather slow in progress.

However, The most recent invention has just been released from  China . Now, they claim that they can make a special conductive  ink which can replace the function of physical microchip.  So people don't have to be bothered  with the idea of implanting something into their body or skin tissue anymore, but they just need to get their hands imprinted with this special conductive ink which work out to be like drawing a tattoo instead of implanting an electronic device.

Yes, technology is really advancing at an unprecedented speed these days. What is new today can easily be obsolete  within 6 months or so.  Do you think all this payment system which no longer need a  physical form of money a nonsense  or still a long way to go ?  Well, nobody will know.
One thing we know that the tecnology is here at hand already, the only thing that matter is when will all this should start ?  The answer is when the world strong currencies are collapsing which inevitaby also followed by other weaker currencies, then the world will be in such a chaos that people can no longer withdraw money from banks, stock markets are collapsing, then it will be the  designated time.

Selasa, 12 Juni 2012

Kejatuhan mata uang suatu negara

Sewaktu kita sekolah, sejarah boleh jadi merupakan salah satu subjek yg sangat kita takuti karena kita diharapkan dapat menghafal mati setiap tanggal atau tahun yang dianggap sebagai hari bersejarah.  Belum lagi begitu banyak nama nama pahlawan yang harus kita ingat, begitu juga para pemimpinnya dari pihak penjajah.  Wah, singkatnya kepala kita bisa dibuat pusing untuk mengingatnya.  Tapi sebenarnya yang penting dari sejarah bukanlah sekedar mengingat suatu kejadian penting, tapi lebih dari apa yang dapat kita pelajari dari kejadian penting tersebut.  Apakah hal hal yang akan terjadi apabila kita mengulangi hal yang sama, karena ada pepatah bahwa sejarah akan terulang sendiri alias "history will repeat itself".  Dari sejarah kita bisa belajar bagaimana keberhasilan maupun kejatuhan para pemimpin.  Kita juga bisa mempelajari strategi apa yang mereka gunakan dalam peperangan dan menghadapi musuh.

Bicara mengenai kejatuhan uang dari suatu negara sebenarnya bukan hal yang aneh lagi, karena hal ini telah sering terjadi dibeberapa negara, termasuk Germany, Brazil, dll.  Kenapa keuangan suatu negara dapat hancur ?
Semua bergantung pada seberapa jauh orang mempercayai mata uang negara tersebut.  Biasanya semakin mudah diperdagangkan, semakin banyak orang mau menyimpannya, sehingga permintaan akan mata uang tersebut meningkat.  Kalau permintaan meningkat, maka pasti nilai uang tersebut akan menguat.
Bagaimana supaya suatu mata uang dapat dipercaya ?  Untuk menjawab hal yang satu ini kita harus melihat kembali sejarah dicetaknya uang kertas, dimana setiap nilai uang yang dicetak pada mulanya selalu harus mempunyai sejumlah fisik emas yang akan menunjang atau menopang sejumlah nilai uang tersebut.  Karena uang kertas sebenarnya merupakan bukti dari surat utang negara kepada kita , yang jaminan sebenarnya adalah emas yang disimpan negara yang mengeluarkan uang tersebut.

Masalahnya, pada saat uang suatu negara tersebut sudah menjadi popular maka seringkali badan negara yang berhak mencetak uang tersebut terus mencetak uangnya tanpa menghiraukan jumlah emas yang harus dia siapkan untuk menopang uang kertas yang baru dia cetak.   Alhasil jumlah uang yang beredar menjadi jauh lebih banyak dari jumlah nilai emas yang tersimpan dinegara tersebut.  Selama tidak ada "rush" atau pengambilan uang cash secara massal dari para pemilik uang, hal ini masih bisa bertahan, tetapi masalahnya semakin banyak uang yang dicetak dengan tidak mempunyai cadangan emas yang sesungguhnya akan berakibat pada nilai mata uang tersebut akan semakin menurun.  Tetapi apabila kepercayaan orang masih kuat tehadap uang tersebut, maka rakyatnya tidak akan merasakannya.  Biasanya setelah mencetak uang, maka negara akan mengeluarkan surat utang agar si pembeli surat utang tersbut mau membeli dan membayar sejumlah surat utang negara tersebut.  Masalah akan timbul apabila negara pemberi utang tersebut mau meminta uang cash sebagai tebusan surat utangnya pada saat yang bersamaan, atau waktu jatuh temponya berdekatan sehingga negara tidak mampu membayar sekaligus, maka kredibilitas uang dari negara tersebut akan menurun.

Pada saat negara tersebut sudah tidak mampu membayar hutang hutangnya dan tidak ada negara lain yang mau membantunya, maka mata uang negara tersebut akan jatuh nilainya atau lebih dikenal dengan kata "COLLAPSE" alias
negara tersebut akan menjadi bangkrut.  Selama ini hanya terjadi dinegara negara kecil, maka dampaknya tidak akan
begitu terasa dinegara lain, tapi pada saat hal ini terjadi pada negara yang besar dan kuat sebelumnya, maka ini akan menjadi suatu chaos yang besar, khususnya bagi negara yang memberi banyak hutang kenegara tersebut dan negara negara yang mata uangnya bergantung atau bergandengan dengan mata uang negara yang collapse tersebut.

Untuk itu, investasi emas dan perak sekarang menjadi pilihan investasi yang dinilai lebih aman ketimbang investasi dalam bentuk mata uang asing yang bisa kapan saja jatuh nilainya.  Saat mata uang suatu negara jatuh, maka harga harga saham perusahaan dinegara tersebut otomatis juga akan mengalami penurunan yang tajam.  jadi sebaiknya pintar pintarlah anda dalam membagi investasi anda, sehingga resikonyapun lebih kecil.

PS: Kalau suatu mata uang jatuh, maka nilai kejatuhannya biasanya bisa ribuan persen, harga barang melambung ratusan persen.  Pada saat itu hendaklah kita saling menguatkan saudara saudara kita yang lain supaya mereka tidak putus pengharapan dan mengambil jalan pintas.

Selasa, 17 Maret 2009

Indonesian Old Currency Collection

Collecting older money, and collecting stamps usually go hand in hand. I was once a stamp collector, and I started collecting stamp when I was in grade 3 primary school. Well , that was way back when I was only like 9 years old. I was so fascinated by the varieties and the colors of many different stamps from all over the world. I remember at that time that I also bought a set of souvenir issued stamps which were not circulated stamps. Whenever I went abroad or when somebody did, I always asked for stamps as their gifts for me. This hobby lasted even when I studied in the States. I was so passionate to buy and collect most of the US stamps since they were easy to get in a philately stores, as long as you have the dollars to spend.

However, lately I had to leave this hobby because after many years collecting mint stamps, and put them in the albums, the mint stamp eventually had become sticky and fixed to the album. Maybe it had something to do with the humidity in Indonesia.
I was so disappointed and very upset to see all the years of collecting stamps had become a ruins. It was really a disaster for me to see most of them were very sticky and I couldn't do anything about it.

About 5 years ago, I began to have interest in collecting old Indonesian currencies. Much of my earlier purchases of old money was too expensive since I was not familiar with the world of numismatic yet. But the more I searched to complete certain series, the more challenging it got.
By talking, and discussing to many money traders, I began to learn more and more about the way of collecting old money as well as a mean of investment.

Finally , I became very much addicted to it and was willing to spend some of my time for old money hunting. The world was becoming more attractive when I realized that numismatic world was also available through websites, both local and international.
It was quite a surprise for me at first to see that the old Indonesian money was also traded in international arena, and it even came to my shock that the selling price for most old Indonesian market were much higher than they were sold locally. However, this is true only for the more regular series, not for the highly searched series like the animal series, "Coen" series as well as the "wayang" or "puppets" series. Not only they were priced at higher tags, but they were also in quite a high demands. That even made old money collecting became more interesting to me.
I realized that this was surely a great ways to invest for my future since the value of the old money keep increasing each and every year regardless the economical situation.

As collectors, usually we do not really mind about the price, as long as we can get what is in our demand given it is in good to excellent qualities.
So, what are you guys waiting for ? Let's join the world of Indonesian numismatic, you will surely have lots of fun, and by the way it is a good stress reliever, too. After all, money is only money....so relax ,hang loose and enjoy your life with positive things, and join the crowd in numismatic world.

Welcome friends.

Minggu, 15 Maret 2009

Lika-Liku Muslihat Pedagang Uang Kuno

Bisnis yang baik selalu dilandaskan atas satu kata yang sangat ampuh ,yaitu: "Trust" atau dalam bahasa Indonesianya disebut: Kepercayaan (tapi bukan agama lho).
Kalau si pembeli dan si penjual sudah saling curiga mencurigai, maka suasana belanja menjadi sangat tidak menyenangkan. Nah ini adalah akibat dari: "Negative thinking" atau "berpikir negatif" yang seringkali sudah tertanam jauh didalam pikiran kita entah sejak kapan mulainya.
Namun kita tau bahwa pikiran negatif ini haruslah kita buang jauh jauh, karena biasanya apa yang kita pikirkan , justru itu yang akan terjadi. Mungkin kaum agama berkata, itu jadi seperti "iman" kita. Jadi, mari kita beriman akan yang baik, pasti hasilnya kan menjadi baik, dan hidup kita akan menjadi jauh lebih menyenangkan, daripada kita hidup dengan ketakutan ,kecurigaan dan pikiran yang terus berkata: "Jangan-jangan........ada maunya??"

Tetapi untuk kita bisa berpikir positif, kita juga memerlukan pengetahuan yang benar akan sesuatu yang akan kita geluti, sehingga kita tidak asal berpikir "positif" terus dengan membabi buta, tanpa pengetahuan yang benar akan fakta yang dapat merugikan kita.
Untuk itu saya akan berbagi pengalaman saya pada blog ini, khususnya bagi penggemar koleksi uang kertas kuno Indonesia agar rekan sekalian tidak tertipu.

Bermacam trik para pedagang uang kertas:

1. Kondisi putih bersih, bukan selalu berarti kondisi terbaik.
Seringkali kondisi yang bersih adalah akibat "pencucian" uang dalam arti yang sesungguhnya.
Yaitu uang tersebut benar benar dicuci dengan kaporit, lalu dikeringkan dengan setrika.
Alhasil uang tersebut tampak bersih, namun seringkali kertasnya jadi tipis dan berbau
kaporit. Untuk itu penjual menyiasatinya dengan membungkus dengan plastik tebal.

2. Kondisi gambar uang sangat baik belum tentu sesuai standard yang benar.
Adakalanya, kita perlu memperhatikan ukuran uang kertas yang sebenarnya, karena tidak
jarang kita menemukan uang kertas kuno yang sudah dipotong pinggirnya agar tamapak rata
dan halus. Istilahnya dikenal dengan kata sdh di "trim". Alhasil apabila kita bandingkan
dengan ukuran yang sebenarnya, maka uang tersebut tampak lebih kecil, dan ini sangat mem-
pengaruhi nilai jual barang tersebut. Ada baiknya kita melihat ukuran yang sebenarnya ter-
lebih dahulu dengan mengecek di katalog uang kertas.

3. Hati-hati dengan cetakan edisi "palsu". Perhatikan tali air, apakah tampak sangat jelas tanpa
perlu diterawang, maka ini pasti palsu. Ada seri khusus yang memang rawan kepalsuan,
seperti seri tahun 1942-1945, juga seri ORI, dan seri Diponegoro tahun 1952, seri Soekarno
keluaran untuk Irian Barat (perhatikan water marknya berbeda dari asli)

4. Hati-hati dengan penambalan uang yang sudah sobek.
Dengan bertambah majunya teknologi, uang kertas yang sobekpun dapat direkatkan
dengan hasil yang hampir sempurna. Perhatikan kesinambungan tinta cetak pada bingkai
uang tersebut dan perhatikan apakah ada perbedaan warna atau jenis kertas pada sisi sisi
tertentu. Jenis ini biasanya dilakukan diluar negri untuk seri yang harganya sangat tinggi.

5. Perhatikan harga yang ditawarkan, jangan sampai anda kejeblok kemahalan.
Acuan akan harga sangat bergantung pada kondisi uang serta kondisi pasar saat itu.
Untuk itu anda perlu tanya beberapa pedagang atau lihat dan cek di internet lokal yang
menjual uang kertas lama , atau paling tidak cek di katalog uang kertas seri terakhir, atau hasil
lelang terakhir.

6. Ada nomer seri tertentu yang memang lebih mahal harganya, seperti yang hanya mempunyai
satu huruf sebelum angka serinya, tapi ada juga yang tidak memperdulikan hal ini, jadi ini
tergantung anda, apakah bagi anda ini penting atau tidak. Biasanya penting untuk pasaran
internasional, tapi tidak terlalu untuk market lokal. Jadi sekali lagi jangan terbawa emosi
untuk hal yang satu ini.

Sekali lagi yang penting kita harus tetap "WASPADA" agar nilai investasi kita maksimal.

Salam numismatik !


Hampir setiap manusia pasti mempunyai hobby atau kegemaran akan sesuatu. Sesuatu yang sangat dinikmati dan dapat melepaskan stress atau kepenatan keseharian kita.
Hobby bersifat sangat personal atau pribadi, artinya hobby seseorang belum tentu sama dengan hobby orang yang lain, bahkan mungkin dapat membingungkan yang lain .
Tetapi yang namanya hobby, pasti menyenangkan dan menggairahkan.

Ada begitu banyak jenis hobby yang dapat anda gemari, tetapi kebanyakan hobby biasanya selalu memerlukan dana yang besar untuk menikmatinya. Kalau hobby kita dapat menambah nilai investasi kita ,itu akan sangat baik, tetapi sayangnya kebanyakan hobby menghabiskan begitu banyak uang, seperti misalnya: bermain golf, tennis, hobby dugem, ngedrug, minum minuman keras, massage plus-plus. judi, main saham, forex, dll.

Berbeda dengan hobby diatas, koleksi uang kuno adalah hobby yang sangat mengasyikan, karena selain membutuhkan ketekunan, kejelian, dan kesabaran, hobby yang satu ini sangat menantang, sehingga keberhasilan kita untuk mengoleksi ragam seri yang kita tekuni akan sangat membagakan dan memberi kepuasan tersendiri.
Hobby yang satu ini bukan hanya tergantung dari seberapa tebal uang anda, tetapi lebih pada keuletan serta kejelian kita melihat dan menangkap peluang yang ada. Bagaimana kita dapat mengikuti perkembangan pasar akan supply serta demand dari barang tertentu di pasaran.

Selain kenikmatan diatas, hobby koleksi uang kuno atau yang lebih dikenal dengan istilah "numismatik" ini bukan merupakan suatu pemborosan akan uang kita, tetapi ini merupakan alat investasi yang sangat baik. Selain itu barang koleksi yang satu ini mempunyai nilai sejarah tersendiri yang dengan mudah dapat menjadi warisan yang sangat berharga bagi keturunan dan generasi setelah kita.

Belum ada dalam sejarah numismatik, koleksi uang kita mengalami penurunan didalam segi harga. Sebaliknya harga uang kuno setiap tahunnya mengalami kenaikan, karena selain penggemar dan pemainnya semakin banyak, ketersediaan barang dipasaran sangat terbatas.
Akibatnya seringkali timbul kelangkaan akan kelengkapan seri seri tertentu, dan hal inilah yang mambuat para numismatik menjadi "penasaran".

Untuk pelepasan penasaran, biasanya setiap tahun para hobbyists numismatika mengadakan "auction" atau lelang atas barang investasinya yang mereka mau lepas. nah biasanya disitulah kesempatan emas untuk kita boleh shopping abis-abisan, tetapi syaratnya bawa duit banyakan, karena harganya pun bersaing dengan kolektor lain yang sama sama berminat keras.

Mari kita lestarikan asset nasional kita, yaitu uang kertas Indonesia sebagai budaya cinta produk nasional dan sebagai tanggung jawab kita kepada generasi penerus. Karena sejarah bangsa itu sangatlah penting untuk dipelajari, karena sejarah akan berulang sendiri.

Mendiang mantan presiden pertama Indonesia, Bp. Ir. Soekarno mengatakan: "Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah" (JAS MERAH)